Liga Italia

Ini Alasan Buffon Pilih Nomor 77

Gianluigi Buffon kembali membela Juventus. Setelah menjalani tes medis, kiper berusia 41 tahun itu meneken kontrak untuk satu tahun ke depan, menandai resminya Buffon kembali ke pelukan Si Nyonya Tua.

Menariknya, Buffon tidak akan lagi menggunakan nomor punggung 1, nomor yang selama 18 tahun ia pakai di Juventus sebelumnya. Kiper yang sebelumnya bermain untuk Paris Saint-Germain (PSG) itu memilih nomor punggung 77.

“Tentang nomor 77, itu merepresentasikan sejarahku. Aku memakai nomor ini di Parma dan memberiku keberuntungan, yang mengantarkanku ke Juventus. Aku menyukai nomor ini,” kata Buffon dikutip dari laman resmi Juventus.

Nomor punggung 1 Juventus memang sudah bertuan saat ini, yakni milik kiper asal Polandia, Wojciech Szczesny. Szczesny pun sempat menawarkan Buffon untuk menggunakan kembali nomor tersebut. Tapi sebagaimana Buffon menolak tawaran kapten dari Giorgio Chiellini, Buffon juga menolak kembali mengenakan nomor punggung 1.

“Aku ingin berterima kasih pada Szczesny dan Chiellini yang menawariku jersey nomor 1 dan ban kapten. Tapi aku kembali bukan untuk mengambil atau merebut sesuatu dari seseorang, melainkan untuk berkontribusi dan membantu ketika diberikan kesempatan,” ungkap Buffon.

Di Parma, Buffon memang mengenakan nomor punggung 77. Tapi ia juga sempat menggunakan nomor punggung 88. Hanya saja nomor 88 itu menimbulkan kontroversi karena dikonotasikan dengan simbol Neo-Nazi karena dianggap punya arti lain yaitu HH, yang berkaitan dengan Heil Hitler sebagai slogan pemujaan terhadap Adolf Hitler.

Buffon hijrah dari Parma ke Juventus pada musim 2001/02. Kala itu Juventus merekrut Buffon dengan biaya transfer sebesar 1 triliun lira (atau sekitar 52 juta euro), di mana itu menjadi rekor transfer termahal untuk seorang kiper saat itu. Nilai itu juga menjadi pembelian termahal Juventus sebelum dilampaui Gonzalo Higuain pada 2016.

Buffon menggantikan Edwin van der Sar yang dijual ke Fulham. Saat itu ia juga sebetulnya diminati oleh Barcelona dan sempat diisukan akan gabung AS Roma. Namun kiper kelahiran Carrara itu akhirnya memilih Juve karena merasa Si Nyonya Tua punya kans terbesar meraih gelar juara. Terlebih Roma nyatanya lebih dulu merampungkan transfer Ivan Pelizzoli sebagai kiper anyar mereka.

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy