Berita

Nelayan Diduga Tenggelam Hilang saat Memancing di Kabupaten Tolitoli

Basarnas atau Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Palu telah menerima laporan bahwa ada seorang nelayan yang hilang. Kemudian korban tersebut bernamakan Ari umur 17, warga sekitar kompleks jembatan lonti, kelurahan Nalu KEcamatan Baolan Kabupaten tepatnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Yang kronologi awalanya laporan telah diterima oleh anggota BPDBD Kabupaten Tolitoli yaitu yanto yang kemudia telah diteruskan ke basarnas Palu.

Pada dasar laporan Yanto pada hari jumat sekiranya pukul 17.20 Wita sore hari, sang korban diduga terjatuh dari perahunya saat sedang memancing. Kemudia korban awalnya berangkat dari rumah untuk pergi memancing pada jumat paginya, akan tetapi sampai mulai larut malam, korban juga belum pulang. Maka keluarga dari sang korban yang merasa khawatir kemudia meminta tolong nelayan sekitarnya untuk mencari Ari.

Setelah dilakukannya pencarian yang hanya dapat ditemukannya perahu katinting milik korban. Kemudian dari keluarga korban selanjutnya telah melaporkan bahwa kejadian tersebut ke BPBD kemudia akan diteruskan ke Basarna palu, yang menurut keluaga sang korban, bahwa ia mempunyai riwayat penyakit epilepsi.

Pada saat menindaklanjuti laporan itu, Kepala Basarnas Palu yaitu Basrano langsung memerintahkan 1 tim resque pos SAR tolitoli untuk melakukan pencarian nelayan yang hilang tersebut. Sabtu 15/6/2019 sekiranya pukul 05.30 Wita, suda 2 orang resque diberangkatkan untuk melakukan pencarian. Kemudia disusul oleh tim sar gabungan yang diberangkatkan menggunakan resque car double cabiri, pada pukul 05.40.

Adapun juga jarak dari kantor pos SAR ke lokasi kejadian sekitaran 1 kilometer, ujar kordinator pos sar tolitoli yang memimpin langsung operasi sar tersebut. Setelah sampai di lokasi kejadian, kemudian dari tim SAR langsung melakukan kordinasi dengan keluarga korban. Pada saat pencarian dilakukan dengan membagi 2 tim yaitu tim 1 melakukan penyisiran di sekitar Kejadian menuju suara menggunakan 1 unit rubber boat, dan tim 2 bertugas penyisiran disekitar pinggir sungai yang menuju muara.

Tim sar tersebut merupakan gabung yang terdiri dari pos SAR Tolitoli jumlah 5 orang, lalu BPBD tolitoli 2 orang karang taruna 2 orang dan juga masyarakat setempat. Tentunya dari pihak keluarga sangat berharap bahwa nelayan tersebut yaitu keluarga meminta agar cepat ditemukan, kemudian sang keluarga korban pun tetap berdo’a dan juga berharap bahhwa nelayan itu ditemukan maupun ia sudah tiada atupun ia masih sadar. Rekan nelayan sekitar juga membantu pencarian yang sedang dilakukan oleh tim sar saat ini.

Dengan karena itu , akan lebih mudah mencarinya karena mendapatkan bantuan dari sekitar tersebut. Jika memang benar nelayan tersebut mempunya alasan yaitu penyakit epilesi, maka dari itu dugaan pasti bahwa nelayan tersebut terjatuh dan tenggelam saat epilepsinya tersebut kambuh. Keluarga korbanpun mempunyai firasat sebelumnya saat nelayan tersebut pergi, dan keluarga korban masih menyesalinya.

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy