BolaSepak – Keputusan Julian Alvarez meninggalkan Manchester City untuk bergabung dengan Atletico Madrid awalnya menuai banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin pemain yang telah meraih segudang gelar bersama The Citizens, termasuk Liga Champions, Piala FA, dan Liga Inggris, mau meninggalkan kesuksesan tersebut? Namun, langkah berani Alvarez ini kini terbukti sebagai keputusan yang tepat.
Alvarez, yang bergabung dengan Atletico Madrid seharga 75 juta euro, telah menjelma menjadi bintang utama di Vicente Calderón. Di Manchester, ia lebih sering menjadi pemain pelapis Erling Haaland. Keinginan untuk menjadi pemain inti dan tampil di laga-laga krusial, terutama setelah absen di final Liga Champions musim lalu, menjadi alasan utama kepindahannya. "Anda selalu ingin bermain di pertandingan terpenting," ujar Alvarez kepada Football Espana, menyinggung kekecewaannya karena tak dimainkan di final Liga Champions.

Kini, Alvarez mencetak 20 gol di semua ajang bersama Atletico Madrid. Klubnya pun masih berpeluang meraih treble winners musim ini, dengan peluang di LaLiga, Liga Champions, dan Copa del Rey masih terbuka lebar. Ironisnya, Manchester City justru mengalami penurunan performa drastis setelah kepergiannya. The Citizens telah tersingkir dari Liga Champions dan Piala Liga Inggris, dan kini tertinggal jauh di klasemen Liga Inggris, berada di peringkat keempat dengan selisih 20 poin dari pemuncak klasemen, Liverpool.
Kisah Alvarez menjadi bukti bahwa terkadang, meninggalkan zona nyaman adalah kunci untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar. Keputusan yang awalnya dianggap kontroversial, kini menjadi bukti ketajaman insting dan ambisi seorang pemain muda berbakat.