BolaSepak – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan ambisi besarnya untuk memanfaatkan sepakbola sebagai alat pemersatu bangsa. Menurutnya, dunia kulit bundar mampu menghidupkan kembali semangat Bhineka Tunggal Ika di tengah keberagaman Indonesia. Strategi yang diusungnya? Membangun Timnas Indonesia yang mencerminkan semboyan tersebut.
Buktinya? Terdapat 19 pemain keturunan di skuad Garuda saat ini, mayoritas dari Belanda. Bagi Erick, ini adalah representasi nyata dari Bhineka Tunggal Ika yang terpatri di lambang Garuda – berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Hal ini diungkapkannya dalam wawancara dengan media Belanda, NOS dan Voetbal Primeur.

Lebih dari sekadar prestasi di lapangan hijau, Erick memiliki visi jangka panjang. "Sepakbola bisa membantu membangun kembali motto nasional kita, Bhineka Tunggal Ika, yang berarti persatuan dalam keberagaman," tegasnya. Targetnya? Menempatkan Indonesia di peringkat 50 besar FIFA pada 2045. Ambisi yang tidak mudah mengingat luasnya wilayah dan jumlah penduduk Indonesia.
Saat ini, Timnas Indonesia tengah berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka berada di posisi keempat klasemen Grup C dengan raihan sembilan poin, bersaing ketat dengan Australia (13 poin), Arab Saudi (10 poin), Bahrain (6 poin), dan China (6 poin). Jepang telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dengan 20 poin. Perjuangan menuju Piala Dunia 2026 menjadi bagian dari mimpi besar Erick Thohir untuk menyatukan Indonesia lewat sepakbola.