BolaSepak – Keputusan menaturalisasi Ole Romeny terbukti jitu. Lini depan Timnas Indonesia yang sebelumnya tumpul, kini menemukan taringnya berkat pemain naturalisasi tersebut. Sebelum kedatangan Romeny, Skuad Garuda kesulitan mencetak gol secara konsisten. Di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua, delapan gol terbagi rata ke delapan pemain berbeda. Kondisi serupa juga terjadi di putaran pertama, hanya Ramadhan Sananta dan Dimas Drajad yang mampu mencetak tiga gol, itupun ke gawang Brunei Darussalam.
Enam laga di putaran ketiga pun tak jauh berbeda. Marselino Ferdinan menjadi top skor dengan dua gol, semuanya dicetak ke gawang Arab Saudi. Gol-gol lain dicetak oleh Ragnar Oratmangoen, Sandy Walsh, dan Rafael Struick. Situasi ini berubah drastis setelah Romeny bergabung. Debutnya diwarnai satu gol saat Indonesia takluk dari Australia 1-5, namun penampilannya tetap mencuri perhatian.

Puncaknya, Romeny menjadi pahlawan kemenangan Indonesia atas Bahrain 1-0 di SUGBK, Selasa (25/3/2025). Gol tunggalnya di menit ke-24, berkat penyelesaian dingin atas umpan Marselino, memastikan tiga poin krusial bagi Tim Merah Putih. Selama 87 menit bermain, Romeny melepaskan dua tembakan tepat sasaran dari total tiga tembakan akurat Indonesia. Performa impresif ini membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik (man of the match) oleh AFC.
Setelah dua gol dalam dua laga, pertanyaan besar kini tertuju pada konsistensi Romeny. Akankah ia mempertahankan performa tajamnya di dua laga kualifikasi tersisa bulan Juni? Kita nantikan aksi selanjutnya dari sang penyelamat Garuda.