BolaSepak – Perpanjangan kontrak Mohamed Salah bersama Liverpool di tahun 2022 ternyata menyimpan cerita menarik di baliknya. Ian Graham, mantan direktur klub, baru-baru ini membongkar fakta mengejutkan: ia hampir saja merekomendasikan agar Liverpool tidak memperpanjang kontrak bintang asal Mesir tersebut.
Graham, dalam wawancara dengan Mirror, mengungkapkan keraguannya saat itu. "Tugas saya adalah mengevaluasi perpanjangan kontrak pemain dengan cermat. Pada waktu itu, menit bermain Mohamed Salah sedang menurun, dan saya sempat menyarankan untuk tidak memperpanjang kontraknya," ujarnya. Keputusan tersebut tentu saja berisiko besar mengingat ketajaman Salah sebagai mesin gol Liverpool.

Namun, data dan statistik akhirnya mengubah pandangan Graham. "Data dan statistik memaksa saya untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda," tambahnya. Setelah melewati diskusi panjang dan alot, Liverpool pun akhirnya memutuskan untuk memperpanjang kontrak Salah hingga Juni 2025. "Itu adalah keputusan yang sulit. Saya senang kini tak lagi bertanggung jawab atas keputusan seperti itu," ungkap Graham lega.
Kini, dengan kontrak Salah yang akan berakhir setahun lagi, Liverpool belum memberikan indikasi perpanjangan. Situasi ini semakin menarik mengingat Salah sendiri beberapa kali memberikan kode perpisahan, termasuk pernyataan terbaru kepada Sky Sports di bulan Januari lalu: "Saya akan memberikan segalanya untuk para penggemar, saya akan memberikan segalanya untuk kota ini." Apakah ini pertanda akhir perjalanan Salah di Anfield? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.